Jadi Bridesmaid Ada Etikanya

Jadi Bridesmaid Ada Etikanya

Jika salah satu sahabat dekatmu akan segera menikah, dipastikan Ami bakal diminta untuk menjadi pendamping pengantin wanita atau yang lebih dikenal dengan bridesmaid. Kehadiran para pendamping pengantin wanita memang memberi kesan tersendiri.

Nah, bridesmaid juga mempunyai peran yang penting, salah satunya menemani calon pengantin sebelum sampai pada hari pernikahannya berlangsung. Tidak hanya itu saja, para pendamping pengantin wanita dengan seragam khusus dan anggun juga bakal memperindah foto pernikahan.

Tidak sembarangan, untuk menjadi seorang bridesmaid ada beberapa etika penting yang perlu diperhatikan kalau Ami ingin menjadi bridesmaid yang baik dan benar.

Menjaga Sikap

Kalau Ami terbiasa bertingkah lucu atau konyol dengan mempelai wanita, bisa juga sudah mengenal baik kedua orangtuanya, tapi bukan berarti Ami bisa bertingkah seenaknya saat acara resepsi berlangsung. Sejatinya hari pernikahan merupakan momen sakral dan sekali seumur hidup unruki kedua mempelai. Jangan sampai tingkahmu justru merusak momen terbaik mereka berdua.

Tersenyum

Bukan hanya kedua mempelai saja, para pendamping pengantin juga bakal menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Bridesmaid akan menjadi pengiring pengantin di beberapa bagian acara pernikahan. Selain itu, bridesmaid juga selalu mucul dalam foto-foto pernikahan. Jadi, sangat penting untuk selalu menampilkan senyum terbaikmu di hari yang spesial ini. Siapa tahu, ada diantara tamu undangan pria ada yang kepincut dengan Ami.

Siaga Membantu Pengantin

Di hari pernikahan kadang ada saja masalah kecil di luar dugaan yang perlu segera diatasi. Nah, disinilah peran Ami sebagai pendamping pengantin. Sebagai orang yang selalu dekat dengan pengantin wanita bersikaplah siaga jika dia membutuhkan bantuan. Seperti mengambilkan tisu saat pengantin menangis haru atau memegangi ekor gaun ketika dia menuju toilet.

Menghibur

Seorang bridesmaid juga berperan penting untuk menjaga mood pengantin. Karena di hari H nanti, bisa saja sang pengantin menghadapi kejadian yang membuat dia merasa gugup, panik bahkan kesal. Sebagai sahabat yang baik, Ami sebisa mungkin berusahalah menghibur dan menenangkan sang pengantin melalui hari terbaiknya.

Jangan Berdandan Berlebihan

Jika boleh diibaratkan, saat hari pernikahan kedua mempelai adalah raja dan ratu. Kehadiran para pendamping pengantin pun hanya sebagai pemanis acara resepsi pernikahan saja. Jadi di hari pernikahan nanti, bridesmaid tentu tiddak perlu berdandan heboh, bahkan tampil lebih dominan dari sang pengantin.

 

Spread the love...